Refleksi PPL Terbimbing
Refleksi mendalam mengenai pengalaman, tantangan, solusi, dan umpan balik selama pelaksanaan PPL Terbimbing.
Pembelajaran PPL
"Apa yang telah mahasiswa pelajari sebagai peserta PPG calon guru selama tahapan PPL Terbimbing dari awal hingga akhir?"
Selama PPL Terbimbing, saya belajar mulai dari mengamati lingkungan sekolah, mengenali karakter siswa, menyusun perangkat mengajar (RPP, bahan ajar, LKM, dan penilaian), hingga praktik mengajar langsung di bengkel. Saya juga belajar mengelola kelas dengan model pembelajaran aktif seperti PBL dan PjBL, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajar yang aman dan efektif.
Tantangan & Solusi
"Apakah terdapat pengalaman yang menantang dan bagaimana solusi dari permasalahan tersebut?"
Tantangan utama saya adalah jumlah mesin bubut yang terbatas (hanya 5 mesin untuk 24 siswa) dan rasa takut siswa terhadap keselamatan saat mengoperasikan mesin. Solusinya, saya membagi siswa menjadi kelompok kecil berpasangan dan merotasi giliran praktik. Siswa yang menunggu giliran tetap belajar aktif mengerjakan LKM. Saya juga menerapkan tutor sebaya agar siswa saling membantu dan lebih percaya diri.
Umpan Balik & Perbaikan
"Apakah umpan balik atau saran konstruktif yang diberikan dalam diskusi refleksi akhir?"
Dosen pembimbing dan guru pamong menyarankan agar saya mengatur waktu praktik lebih efisien, memperjelas demonstrasi visual (terutama untuk pembubutan dalam dan penguliran), serta membuat checklist keselamatan kerja mandiri bagi siswa. Masukan ini sangat membantu saya mempersiapkan diri untuk tahap PPL Mandiri dengan lebih matang.
Filosofi Mengajar
Prinsip, keyakinan, dan nilai yang mendasari dedikasi saya sebagai pendidik kejuruan yang profesional.
Sistem Among KHD
"Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani"
Filosofi mengajar saya berakar pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara melalui Sistem Among. Mendidik bukanlah memaksa, melainkan menuntun kodrat alami peserta didik agar tumbuh secara optimal dengan landasan kemanusiaan, empati, dan inklusivitas.
Konstruktivisme Vygotsky
"Belajar Aktif melalui Interaksi Sosial & Pengalaman Langsung"
Prinsip pengajaran saya berlandaskan Teori Konstruktivisme Vygotsky. Melalui model PBL dan PjBL pada mesin bubut, siswa didorong aktif memecahkan masalah industri nyata secara berkelompok dengan konsep Zone of Proximal Development.
Integrasi TPACK
"Menjembatani Teori & Praktik dengan Teknologi Digital"
Guru profesional harus mengintegrasikan kerangka TPACK untuk menjembatani teori dan praktik secara dinamis. Pemanfaatan media digital dan lembar kerja terstruktur membantu siswa mengatasi keterbatasan alat praktik di bengkel.